25 Maret 2011

Cara Menulis Artikel Yang Baik | Populer


Sebenarnya ini bukanlah kumpulan artikel tutorial. Tapi hanya tips untuk membuat artikel tutorial yang saya bagikan.
Berkaca dari pengalaman , berikut ini adalah sedikit tips untuk menulis artikel tutorial:
1. Sistematis.
Penjelasan dimulai dengan penjelasan sederhana disertai contoh-contoh ringan hingga terberat. Kalau perlu, tuliskan sedikit latar belakang dan sejarah peristiwa akan menjawab alasan kenapa pembaca harus terus mengikuti tutorial Anda.

2. Mendapatkan Studi Kasus.
Memang tidak mudah mencari studi kasus. Tapi kalau Anda sering mengoprek blog dan bertukar pikiran dengan pakar seperti Rudy Azhar, Tri Wahyudi dan Satrya akan Anda dapatkan penjelasan detail hal ini. Misalnya, manfaat dan efek samping pemakaian sebuah tool untuk dua blog yang berbeda themes.
3. Menemukan Kasus Variatif.
Kecanggihan teknologi otomatis diikuti pula oleh semakin beraneka ragamnya masalah yang muncul. Sesekali Anda perlu mengembangkan wawasan supaya cara pemecahan masalah juga berkembang. Misalnya, kenapa sebuah plugin jadi error dipakai pada themes Thesis dengan platform WordPress 3.0. Atau bagi yang jualan VCC, Anda mesti berpikir bagaimana problem solving menjawab pertanyaan yang sama pada orang yang berbeda yang setiap hari mengganggu hidup Anda. :D
4. Bahasa Populer.
Agar tulisan tutorial anda lebih akrab dengan pembaca, gunakan bahasa yang sederhana dan rileks. Memakai bahasa resmi yang sesuai EYD memang bagus menurut guru bahasa. Tapi ini dapat Anda abaikan pada pembuatan artikel tutorial. Bahasa percakapan sehari-hari yang ‘gue banget’ bisa jadi solusi terbaik dalam transfer pemikiran.
5. Perbanyak Screen Shoot.
Ada sebagian netter yang cocok dengan metode belajar visualis. Artinya, banyak melihat banyak belajar. Saat ini semakin banyak extention yang bermanfaat untuk membuat screen shoot. Tinggal pilih yang sesuai dengan browser yang Anda pakai saat ini.
6. Selingan Humor.
Harap diingat bahwa yang membaca artikel Anda adalah manusia, bukan robot. Oleh karena itu, sesekali menuliskan humor kilat bisa bermanfaat untuk mengurangi keangkeran hal-hal teknis. Misalnya Anda menyisipkan kalimat: “Eh, Anda paham dengan penjelasan di atas?” atau “Jreeng… jreeeng… jadi deh sebuah themes unik ala Si Bejo”.
7. Dapat dihubungi.
Kalau Anda berani menulis artikel tutorial, berarti Anda siap menerima efek tulisan Anda. Hal ini bisa berupa komplain atas ketidaksesuaian hasil, hal-hal yang masih belum jelas, tindakan lanjut setelah proses akhir dan sebagainya. Oleh karena itu, penyertaan alamat email ataupun URL blog menjadi hal yang penting sebagai bentuk tanggungjawab kalau ada apa-apa.

Tidak ada komentar: