28 Desember 2017

PLN Terangi Desa Terpencil di Pelosok Papua

PT PLN (Persero) terus berupaya untuk melistriki berbagai pelosok Indonesia, salah satunya di wilayah Papua. Baru-baru ini, PLN telah membuka jaringan listrik di dua desa terpencil di sana.

Dua desa tersebut ialah desa Bomopay Distrik Yaro dan Desa Parauto. Tak mudah bagi PLN untuk membawa listrik ke daerah tersebut. Sebab, jaraknya berjarak sekitar 60 kilometer (km) dari pusat kota dan harus menyambung jaringan sepanjang itu hingga sampai ke desa.

Diperlukan waktu setidaknya satu setengah jam untuk mencapai dua desa tersebut dari pusat kota Nabire. Memang tak begitu lama, namun kedua desa tersebut berada di lokasi yang cukup terpencil. Sebab, perjalanan yang dilalui untuk bisa ke sana harus melewati kawasan pedalaman.

PLN perlu memasang tiang-tiang listrik baru hingga sampai ke daerah tersebut secara manual. Dibutuhkan waktu setidaknya tiga hingga 4 bulan untuk bisa mengokohkan jajaran tiang agar listrik bisa tersambung dari jaringan terdekat.

"Kita pasang manual, paling tidak 10 orang untuk pasang tiang listrik ini. Lumayan berat memang," kata Petugas listrik PLN desa Papua daerah Nabire Barat, Suwono, saat ditemui di lokasi, Selasa (18/12/2017).


Untungnya jalanan di wilayah itu sudah mulai beraspal. Walau tak begitu mulus, namun setidaknya pekerjaan bisa menjadi lebih ringan. Namun, jalanan menuju desa masih terbilang sepi terlebih penerangan jalan masih belum tersedia, alhasil agak sedikit riskan bila dikerjakan pada malam hari dan hanya dikerjakan pada siang hari.

Setelah berbagai perjuangan tersebut, kini dua desa tersebut bisa merasakan listrik secara 24 jam penuh dari PLN. Mereka mendapat sambungan listrik gratis dari bantuan Pemerintah Daerah (Pemda) dan PLN.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua, Ahmad Rofiq, mengatakan kondisi geografis yang sulit, terdiri dari pegunungan, perbukitan dan lembah yang curam serta cuaca ekstrim menjadi tantangan PLN untuk melistriki desa-desa terpencil di kawasan Papua Papua Barat. Di sini para petugas lapangan menjadi garda terdepan untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik sampai rumah warga.


"Banyak tantangan yang kami hadapi dalam pemasangan listrik di desa-desa terutama pedalaman Papua dan Papua Barat, di antaranya mobilisasi alat karena medan yang sangat berat, ada juga beberapa masalah sosial yang harus kami hadapi, namun senyum puas warga yang akhirnya bisa menerima listrik menjadi kebahagiaan kami dan memacu kami untuk terus melistriki desa-desa lainnya" kata Rofiq di Nabire.

Tidak ada komentar: